
Daun mangkokan
Polyscias scutellaria · sin. Nothopanax scutellarium
Nama lain: mangkokan, daun mangkok, mamanukan, godong mangkokan, daun papeda, tapak leman
Tanaman pagar kampung yang daun mudanya masuk gulai Padang — tahan panas, tahan pangkas, dan hidup bertahun-tahun dari sebatang stek.
- 4–5 bln
- ◐ 3–5 jam
- 15 L
Syarat tumbuh
- ◐ 3–5 jam — Tempat terbuka atau sedikit terlindung sama-sama jalan; di bawah naungan pohon pun hidup, cuma daunnya lebih jarang.
- minimal 15 liter — ember bekas 20 L, karung beras, planter bag 15 L; kedalaman media ± 25 cm
- tidak perlu
- ± 150 cm dalam pot
- tanah / pot
- rendah — tahan kalau lupa siram
- aman sepanjang tahun — Akarnya dangkal dan gampang busuk kalau tergenang — musim hujan pastikan lubang wadah lancar dan pot tidak duduk di genangan.
- tidak ada preferensi kuat — kapan saja
Panen
- 4–5 bln dari stek
- tahunan — petik daun muda berulang, bertahun-tahun · cara: petik
- Stek batang setengah berkayu 20–30 cm, tanam dengan 2–3 ruas terbenam, teduhkan sampai bertunas (3–8 minggu). Daun muda pertama layak petik sekitar bulan ke-4 sampai ke-5, tergantung cepatnya stek berakar. Yang dipetik daun muda yang masih lentur; daun tua alot. Pangkas setinggi dada supaya bercabang dan tetap terjangkau tangan.
Fakta seru
- Di Ambon dia disebut daun papeda: daunnya yang cekung seperti mangkuk dulu benar-benar dipakai sebagai piring dan wadah makanan.
- Asalnya dari Indonesia timur sampai Papua dan Pasifik — di Papua daunnya sayur yang dipanggang dalam bungkus daun pisang.
- Satu marga dengan aralia hias di lobi kantor; di dapur Minang irisannya digosok garam lalu masuk gulai banak, gulai otak.
Di kebun & di dapur
- kutu putih, kutu sisik, kutu daun, tungau merah
- gulai otak & gulai kambing (Padang) · lalap & urap daun muda · campuran telur dadar & tumis