Katuk dari Sebatang Stek, Dipetik Bertahun-tahun
Tancapkan stek katuk 20–30 cm di ember bekas, pangkas pucuknya saat setinggi 70 cm, lalu petik daunnya tiap bulan, bertahun-tahun. Begini caranya.
Tanam sekali, petik bertahun-tahun
Katuk adalah sayur daun yang akrab di dapur Indonesia, dan salah satu yang paling mudah ditanam. Tidak perlu semai, tidak perlu hormon: sebatang stek ditancapkan langsung ke ember bekas. Sekitar tiga bulan kemudian kamu mulai memangkas pucuknya, lalu memetik daun tiap bulan dari tanaman yang sama, bertahun-tahun.

Stek dari batang yang agak tua
Minta sebatang dari pagar hidup tetangga, atau sisihkan batang dari seikat katuk pasar yang masih segar. Pilih bagian yang sudah agak berkayu dan kecoklatan, setebal pensil, bukan pucuk hijau yang lunak. Potong sepanjang 20–30 cm dengan pisau tajam, miring di bagian bawah, lalu petik hampir semua daunnya.

Ember 15 liter sudah cukup
Katuk tumbuh jadi semak, jadi beri dia wadah setidaknya 15 liter dengan kedalaman 25 cm atau lebih. Ember bekas makanan 20 liter, karung beras bekas, atau planter bag sama baiknya; jangan ember bekas cat atau oli. Buat beberapa lubang di dasar. Satu ember muat dua sampai tiga stek, jadi kalau satu gagal masih ada cadangan.

Media gembur yang cepat tiris
Batang stek gampang busuk di media yang menggenang. Campur tanah, kompos matang, dan sekam supaya gembur dan airnya cepat turun; resep dasarnya ada di Racik Media Tanam. Isi ember sampai tiga jari di bawah bibirnya. Jangan padatkan terlalu keras, cukup ketuk-ketuk embernya supaya media turun dan rata.

Tancapkan langsung, sepertiga terbenam
Tancapkan tiap stek tegak dengan ujung miring di bawah, kira-kira sepertiga panjangnya terbenam, berjarak satu jengkal satu sama lain. Pastikan arahnya benar: mata tunas di buku batang menghadap ke atas. Tekan media di sekelilingnya, siram sampai lembap merata, lalu taruh ember di tempat teduh selama dua minggu pertama.

Terik atau setengah teduh, dua-duanya jalan
Begitu tunas kecil muncul dari buku batang, biasanya dalam beberapa minggu, pindahkan ember ke rumah tetapnya. Katuk rimbun di matahari penuh maupun di teras yang cuma kena matahari setengah hari, dan termasuk yang tahan naungan. Balkon yang terlalu teduh untuk cabai masih bisa jadi tempatnya; ide lain ada di Berkebun Minim Matahari.

Siram hemat, jangan sampai becek
Setelah berakar, kebutuhan airnya rendah. Siram pagi hari saat media sudah kering sedalam satu ruas jari, sampai air keluar dari lubang dasar. Di musim kemarau mungkin dua sampai tiga hari sekali; di musim hujan sering kali tidak perlu sama sekali. Media yang terus basah justru membuat akar dan pangkal batang busuk.

Pangkas pertama di 70 cm
Sekitar tiga sampai tiga setengah bulan setelah tanam, batang katuk mencapai kira-kira 70 cm. Saatnya pemangkasan pertama: potong pucuk tiap batang sepanjang sejengkal, tepat di atas buku. Rasanya sayang, tapi inilah kuncinya. Dari buku di bawah potongan akan keluar cabang-cabang baru, dan dari cabang itulah panen bulanan datang.

Petik pucuk tiap bulan
Mulai dari sini, petik pucuk tiap cabang sepanjang 15–20 cm sebulan sekali, selalu di atas buku. Makin sering dipangkas, makin banyak cabang; katuk yang dibiarkan tinggi justru pelit daun dan bisa mencapai 1,5 meter. Dengan petik rutin, dia tetap rendah dan rimbun di ember, cukup untuk sayur bening keluarga.

Ulat dan kutu putih
Dua tamu yang paling sering datang. Daun bolong dalam semalam berarti ulat: cari di balik daun sore hari dan ambil dengan tangan. Gumpalan seperti kapas di ketiak daun adalah kutu putih: colek dengan cotton bud yang dibasahi air sabun encer, lalu bilas. Cara mengenali dan mengusirnya ada di Hama Kebun Rumah.

Selalu masuk panci
Lepaskan daun dari tangkainya, cuci, dan katuk siap masuk sayur bening bersama jagung atau labu, ditumis dengan bawang putih, atau dicampur ke sup. Satu aturan yang penting: katuk selalu dimasak. Daunnya bukan untuk dijus atau dimakan mentah dalam jumlah banyak, jadi simpan untuk panci, bukan blender.

Cari satu batang minggu ini
Lihat pagar tetangga atau mampir ke pasar minggu ini, dan bawa pulang tiga batang katuk. Potong, tancapkan di ember, lalu tulis tanggalnya di dinding ember dengan spidol. Unggah fotonya ke komunitas.urbanfarming.id; tiga bulan lagi, saat pemangkasan pertama, kamu bisa membandingkan tinggi katukmu dengan penanam lain.



