Kelor di Pot Besar, Dipangkas Setinggi Dada
Sepotong batang kelor setebal lengan, ember 20 liter, dan pojok paling terik di teras. Pangkas setinggi dada, lalu petik daunnya untuk sayur bening.
Pohon sepuluh meter, dipanen dari ember
Dibiarkan tumbuh, kelor menjadi pohon setinggi sepuluh meter yang daunnya hanya terjangkau galah. Di teras kota, kamu memeliharanya di ember 20 liter dan memangkasnya rutin setinggi dada. Hasilnya semak rimbun yang daunnya selalu terjangkau tangan, siap dipetik untuk sayur bening bertahun-tahun. Bibitnya cukup sepotong batang dari pohon tetangga.

Sabar sampai bulan kelima
Kelor tumbuh cepat, tapi jangan berharap panen bulan depan. Dari stek, panen daun yang serius baru datang pada bulan kelima sampai kesembilan, sekitar 150–280 hari. Dari benih sedikit lebih lama. Sebelum itu, boleh mencicipi satu-dua pucuk, tapi biarkan daunnya membangun batang dan akar. Setelah itu, pohonmu memberi daun selama bertahun-tahun.

Bibitnya sepotong batang tua
Minta sepotong cabang tua setebal lengan dari pohon kelor tetangga, yang kulitnya sudah cokelat keabu-abuan, bukan hijau. Potong sepanjang kira-kira setengah meter dan ingat mana pangkal dan mana ujungnya; nanti harus ditanam searah. Angin-anginkan di tempat teduh satu sampai dua hari supaya irisannya kering dan tidak membusuk di media.

Ember 20 liter, lubangi banyak
Pakai wadah setidaknya 20 liter dengan kedalaman media minimal 30 cm: ember bekas makanan, drum bekas makanan yang dipotong, karung beras besar, atau polybag besar. Jangan pakai wadah bekas cat, oli, atau pestisida. Lubangi dasarnya di banyak titik, bukan dua-tiga saja, dan rapikan tepi potongan yang tajam. Di musim hujan, lubang inilah yang menyelamatkan akarnya.

Media yang cepat tiris
Kelor tahan kering, tapi tidak tahan tergenang. Racik media yang gembur dan cepat tiris: tanah, kompos matang, dan sekam, mengikuti Racik Media Tanam. Isi ember sampai sejengkal di bawah bibirnya. Jangan taruh piring alas yang menampung air. Ganjal ember dengan dua potong bata supaya lubang dasarnya tidak tertutup lantai.

Tancapkan sepertiga batangnya
Benamkan pangkal stek kira-kira sepertiga panjangnya, tegak di tengah ember, lalu padatkan media di sekelilingnya supaya tidak goyang. Siram sekali sampai lembap, lalu biarkan. Dalam beberapa minggu tunas hijau muncul dari kulit batang. Selama belum berdaun, siram hanya saat media benar-benar kering, karena stek tanpa daun gampang busuk kalau kebanyakan air.

Pojok paling terik di teras
Kelor adalah pohon terik. Dia butuh sinar matahari langsung minimal enam jam sehari; di tempat teduh batangnya kurus dan daunnya jarang. Taruh embernya di bagian teras atau dak yang paling panas, yang selama ini terlalu terik untuk selada. Pojok yang teduh lebih baik kamu berikan untuk mint atau jahe.

Siram jarang, waspada musim hujan
Kebutuhan airnya rendah. Colok media dengan jari; siram hanya kalau beberapa cm di bawah permukaan sudah kering, lalu siram tuntas sampai air keluar dari dasar. Di kemarau dia lebih tahan daripada sayur daun lain. Di musim hujan, geser ember dari tampias dan cek lubang dasarnya. Daun yang menguning lalu rontok sering berarti akar terlalu basah.

Potong pucuknya di satu meter
Kelor yang tidak dipangkas tumbuh lurus ke atas seperti tiang. Begitu batang utamanya mencapai kira-kira satu meter, potong pucuknya. Tunas samping lalu bermunculan dan dia mulai bercabang. Setelah cabang-cabang itu memanjang sekitar sejengkal, potong juga ujungnya. Tiap ujung yang dipotong biasanya bercabang lagi, dan semaknya makin rapat.

Jaga tetap setinggi dada
Inilah kebiasaan utamanya. Setiap kali cabang melewati tinggi dadamu, pangkas kembali. Potongan itu sekaligus panenmu, jadi tidak ada yang terbuang. Kelor yang rutin dipangkas menjadi semak rapat, bukan pohon yang condong dan gampang roboh ditiup angin. Sambil memangkas, periksa ulat dan kutu daun di pucuk muda; tandanya ada di Hama Kebun Rumah.

Dari tangkai ke panci
Patahkan tangkai daun utuh, lalu rontokkan anak daunnya di atas baskom; tangkainya keras, buang saja. Untuk sayur bening, didihkan air dengan irisan bawang merah dan bawang putih, beri garam dan sedikit gula. Masukkan daun kelor paling akhir, aduk sebentar, lalu matikan api. Sisanya bisa masuk telur dadar atau jadi keripik daun.

Minta satu cabang minggu ini
Minggu ini, cari pohon kelor di lingkunganmu dan minta satu cabang tua setebal lengan. Siapkan ember 20 liter yang dasarnya penuh lubang, angin-anginkan steknya, lalu tanam. Tulis tanggal tanamnya di ember dengan spidol dan unggah fotonya ke komunitas.urbanfarming.id. Saat tunas pertama muncul, kamu bisa mencocokkan tanggalnya dengan penanam lain yang mulai bersamaan.



