
Bayam malabar
Basella alba · sin. Basella rubra
Nama lain: gendola, bayam rambat, lembayung malabar
Sayur daun yang justru bahagia di kemarau Jakarta — rambatkan di railing, petik pucuk berbulan-bulan.
- 45–60 hari
- ◉ 6 jam+
- 10 L
Syarat tumbuh
- ◉ 6 jam+ — Makin panas dan terang, makin rajin merambat; di 4–5 jam sinar tetap hidup tapi kurang lebat.
- minimal 10 liter — ember bekas 10–20 L di dekat railing balkon, polybag 35 cm dengan ajir; kedalaman media ± 20 cm
- perlu ajir / para-para
- ± 200 cm dalam pot
- tanah / pot
- sedang
- aman sepanjang tahun — Justru paling subur di kemarau; musim hujan daunnya lebih rawan bercak, petik lebih sering.
- tidak ada preferensi kuat — kapan saja
Panen
- 45–60 hari dari benih
- panen berulang — petik pucuk berkala selama 4–6 bulan · cara: petik
- Dari benih tunas pertama siap petik 6–8 minggu; dari stek batang lebih cepat. Petik pucuk 15–25 cm — tiap pucuk yang dipetik memunculkan dua cabang baru. Rendam benih semalam sebelum tabur karena kulitnya keras.
Fakta seru
- Bukan bayam juga: Basella alba tanaman merambat yang daunnya tebal dan sedikit berlendir saat dimasak, seperti okra.
- Buahnya ungu pekat dan dulu dipakai sebagai pewarna alami makanan — tapi yang dipanen tetap pucuk dan daunnya.
- Sayur daun yang memanjat: dalam satu musim dia bisa merambat 2 meter lebih, jadi railing balkon adalah tempat terbaiknya.
Di kebun & di dapur
- ulat daun, belalang
- tumis bawang putih · sayur bening · campuran mi rebus