
Genjer
Limnocharis flava · sin. Alisma flavum
Nama lain: gendot, eceng, bangeng, kelayan, patiul
Sayur sawah Bekasi yang makin jarang di pasar kota, dan satu dari sedikit sayur yang justru minta ember tergenang — pojok basah balkonmu jadi berguna.
- 45–90 hari
- ◐ 3–5 jam
- 15 L
Syarat tumbuh
- ◐ 3–5 jam — Tanaman sawah yang suka cahaya penuh; minimal 4–5 jam sinar langsung, makin terik makin rajin berbunga.
- minimal 15 liter — ember bekas (bekas makanan) 15–20 L tanpa lubang: lumpur 10–15 cm + air 5–15 cm, satu rumpun per ember; baskom besar; bak bekas; kedalaman media ± 25 cm
- tidak perlu
- ± 50 cm dalam pot
- media air · tanah / pot
- tinggi
- aman sepanjang tahun — Hujan: buat lubang luapan sedikit di atas garis air supaya ember tidak meluber. Kemarau: tambah air tiap 1–2 hari. Air diam mengundang jentik — taruh 1–2 ikan cupang atau guppy, atau ganti air seminggu sekali.
- tidak ada preferensi kuat — kapan saja
Panen
- 45–90 hari dari anakan
- panen berulang — petik tangkai daun dan kuncup bunga tiap 2–7 hari, berbulan-bulan · cara: petik
- Tanam anakan (rumpun kecil dari pasar, atau tunas dari tangkai bunga yang merunduk) di lumpur tergenang 5–15 cm; biasanya ±60 hari sampai petikan pertama, petani tercepat 4–6 minggu. Yang dipanen tangkai daun muda beserta kuncup bunganya, dipetik dari tepi rumpun — kalau tidak dipetik dia malah sesak. Jangan dipupuk urea, batangnya busuk. Tanam hanya di air dan media bersih; genjer liar dari got atau sawah tercemar jangan dimakan, dan selalu dimasak matang.
Fakta seru
- Genjer jadi sayur penyelamat di masa paceklik pendudukan Jepang — dari sanalah lagu Osing Genjer-genjer karya Muhammad Arief, Banyuwangi.
- Tangkai bunga yang selesai berbunga menumbuhkan anakan di ujungnya, merunduk ke air, lalu berakar — begitulah satu petak sawah penuh genjer.
- Bukan tanaman asli: genjer datang dari Amerika tropis, lalu di sini berubah dari gulma padi menjadi sayur tumis tauco.
Di kebun & di dapur
- keong mas, ulat
- tumis genjer tauco · oseng genjer · lalap rebus & pecel