
Krokot
Portulaca oleracea
Nama lain: gelang, gelang biasa, sereyan, krokot sayur, jalu-jalu kiki
Gulma yang biasa kamu cabut dari pot cabai itu lalap renyah yang tahan panas, tahan lupa siram, dipotong tiga minggu setelah tabur — dan hampir tidak dijual di pasar.
- 21–30 hari
- ◉ 6 jam+
- 5 L
Syarat tumbuh
- ◉ 6 jam+ — Tanaman terik pinggir jalan: minimal 6 jam sinar, makin panas makin gemuk daunnya; di teduh batangnya memanjang kurus.
- minimal 5 liter — baskom bekas dangkal 5–10 L berlubang, pot lebar 25 cm, botol 1,5 L dipotong memanjang; kedalaman media ± 15 cm
- tidak perlu
- ± 30 cm dalam pot
- tanah / pot
- rendah — tahan kalau lupa siram
- aman sepanjang tahun — Kemarau adalah musimnya. Musim hujan semaian gampang rebah dan batang sukulennya busuk — media harus cepat kering, siram pangkalnya saja, jangan daunnya.
- tidak ada preferensi kuat — kapan saja
Panen
- 21–30 hari dari benih
- panen berulang — potong ulang tiap 2–3 minggu, 2–3 kali dalam 6–8 minggu · cara: potong
- Benihnya sehalus debu dan butuh cahaya untuk berkecambah — campur pasir, tabur di permukaan media, jangan ditimbun; tumbuh 7–10 hari. Potongan batang 10 cm juga langsung berakar. Pucuk pertama dipotong 3–4 minggu setelah tabur, lalu tiap 2–3 minggu; cabut seluruhnya di hari 30–45. Setelah 6–8 minggu dia berbunga dan kualitasnya turun — tabur pot baru tiap 3–4 minggu. Dimakan mentah sebagai lalap atau direbus sebentar seperti bayam.
Fakta seru
- Saat kekeringan, krokot mengubah cara bernapasnya: pori daunnya dibuka malam hari seperti kaktus, lalu kembali normal begitu hujan.
- Satu tanaman bisa menjatuhkan sampai 240.000 biji — itulah kenapa dia dicap gulma, padahal nama Latinnya, oleracea, berarti 'sayur kebun'.
- Tiga nama, satu tanaman: gelang (Sunda), krokot (Jawa), sereyan (Madura) — dan Thoreau di Walden makan malam dengan seporsi purslane rebus.
Di kebun & di dapur
- kutu daun
- lalap & urap · pecel · sayur bening & tumis