UrbanFarming.ID
Katalog Tanaman · Sayuran daun
Ilustrasi Sintrong

№ 127

Sintrong

Crassocephalum crepidioides · sin. Gynura crepidioides

Nama lain: salentrong, jalentrong, sembung gilang, jombloh, kejelengot

Lalap Sunda yang tumbuh sendiri di pinggir kebun, tak pernah ada di supermarket, dan cukup satu pot di sudut yang teduh sore.

40–65 hari
panen dari benih
◐ 3–5 jam
matahari minimum
8 L
wadah minimal

Pemula · bisa di Jakarta, dengan trik

Triknya · Paling nyaman di 23–30 °C; uji IPB menunjukkan di suhu 30–32 °C dia lebih cepat layu dan berbunga, dengan daun lebih tipis. Triknya: teduh sore, media tidak pernah kering, panen muda saat 20–25 cm dengan cara potong-tumbuh-lagi, dan tabur ulang tiap 4–6 minggu. Terima tanamannya lebih kurus daripada sintrong dari Bogor.

Syarat tumbuh

Matahari
◐ 3–5 jam — Suka sinar, tapi di kebun kakao dan teh dia tumbuh subur di bawah naungan — 4–6 jam sinar dengan teduh sore sudah pas.
Wadah
minimal 8 liter — polybag 30 cm satu tanaman, baskom bekas 30 cm berlubang untuk 3–4 tanaman yang dipotong muda, galon bekas dipotong; kedalaman media ± 20 cm
Rambatan
tidak perlu
Tinggi dewasa
± 60 cm dalam pot
Cara tanam
tanah / pot
Air
tinggi
Musim
aman sepanjang tahun — Musim hujan dia paling segar, tapi rawan karat dan bercak daun. Kemarau: gampang layu dan buru-buru berbunga — siram tiap hari dan teduhkan sore.
Bulan tanam
tidak ada preferensi kuat — kapan saja

Panen

Waktu
40–65 hari dari benih
Tipe
panen berulang — potong ulang tiap 1–2 minggu, 6–7 kali dalam 6–10 minggu · cara: potong
Catatan
Benih berbulu seperti dandelion, tabur di permukaan media lembap, tumbuh 8–10 hari; tabur langsung bisa dicabut di hari 40–45, lewat semai (pindah saat bibit 8–10 cm) panen pertama 5–6 minggu setelah pindah. Untuk panen berulang, potong 8–10 cm di atas media saat tanaman 20–25 cm, ulangi tiap 7–14 hari. Yang dimakan daun muda dan pucuknya — lalap mentah atau direbus sebentar. Begitu kuncup bunga oranye muncul, petik: kalau dibiarkan, bijinya beterbangan ke seluruh balkon.

Fakta seru

  • Bunganya tak pernah mekar lebar: silinder rapat berujung merah bata, lalu berubah jadi bola bulu putih yang terbang seperti dandelion.
  • Pendatang dari Afrika: pertama kali tercatat di dekat Medan tahun 1926, lalu menyebar ke Jawa dan seluruh Nusantara sebagai lalap.
  • Satu tanaman, tiga meja makan: lalap mentah di Sunda, pecel Garahan di Jember, dan sayur rebus bernama ebolo di Nigeria.

Di kebun & di dapur

Hama umum
ulat penggulung daun, kutu daun, belalang
Dapur
lalap · pecel · urap & sayur bening