
Pakis sayur
Diplazium esculentum · sin. Athyrium esculentum
Nama lain: paku sayur, sayur paku, pakis, pucuk paku, paku beunyeur, pakis tanjung
Pucuk gulai pakis Padang yang di pasar hampir selalu hasil petikan liar tepi sungai — di balkonmu dia tumbuh di pojok teduh tempat sayur lain gagal, dan dipetik bertahun-tahun.
- 90–120 hari
- ○ teduh
- 20 L
Syarat tumbuh
- ○ teduh — Terang tapi teduh — naungan 50% menghasilkan pucuk paling banyak; terik langsung bikin daunnya gosong, tapi pojok yang benar-benar gelap juga bukan tempatnya.
- minimal 20 liter — pot lebar 30 cm atau ember bekas 20 L berlubang yang didudukkan di nampan air, karung beras di bawah rak tanaman lain; kedalaman media ± 25 cm
- tidak perlu
- ± 100 cm dalam pot
- tanah / pot
- tinggi
- aman sepanjang tahun — Musim hujan pucuknya paling deras; kemarau (Juli–September) lebih kecil dan lambat — siram tiap hari, semprot daunnya, dan taruh nampan air di bawah pot.
- tidak ada preferensi kuat — kapan saja
Panen
- 90–120 hari dari anakan
- tahunan — petik pucuk tiap 2–3 minggu, bertahun-tahun · cara: petik
- Tanam anakan (rumpun kecil dengan rimpang) di lubang 10–15 cm dan jaga media selalu lembap; rumpun butuh ±3 bulan untuk mapan — rumpun besar bisa 1–2 bulan, potongan rimpang kecil sampai 6 bulan. Dari spora terlalu lama. Yang dipanen pucuk yang masih menggulung rapat; telat 2–3 hari dia sudah membuka dan alot. Sisakan cukup daun tiap petik. Selalu dimasak, bukan lalap mentah.
Fakta seru
- Pakis tidak berbunga dan tidak berbiji: bintik cokelat di bawah daunnya adalah spora, cara berkembang biak yang lebih tua daripada bunga.
- Pucuk gulungnya membuka dalam 2–3 hari — jendela panennya sempit, makanya pakis di pasar selalu dipetik pagi.
- Mungkin paku-pakuan paling banyak dimakan di dunia: pako di Filipina, phak kuut di Thailand, dhekia di Assam, gulai pakis di Minang.
Di kebun & di dapur
- siput, bekicot, ulat
- gulai pakis (Minang) · tumis pakis · lalap rebus & sayur santan