
Pepaya jepang
Cnidoscolus aconitifolius · sin. Cnidoscolus chayamansa
Nama lain: chaya, daun pepaya jepang, tree spinach
Perdu yang nyaris tak bisa mati setelah berakar: tahan kemarau, nyaris tanpa hama, dan daunnya dipetik bertahun-tahun — asal selalu dimasak.
- 90–120 hari
- ◐ 3–5 jam
- 20 L
Syarat tumbuh
- ◐ 3–5 jam — Paling lebat di terik penuh; di naungan sebagian daunnya lebih lebar dan lembut, hanya jumlahnya lebih sedikit.
- minimal 20 liter — ember bekas 20 L dengan pangkas rutin, karung beras 30 L, drum bekas makanan dipotong; kedalaman media ± 30 cm
- tidak perlu
- ± 200 cm dalam pot
- tanah / pot
- rendah — tahan kalau lupa siram
- aman sepanjang tahun — Tanam stek di kemarau (Mei–September); di musim hujan stek baru gampang busuk. Tanaman yang sudah mapan tahan hujan deras asal wadahnya berlubang.
- JFMAMJJASOND
Panen
- 90–120 hari dari stek
- tahunan — petik daun muda tiap 2–4 minggu, bertahun-tahun · cara: petik
- Stek batang berkayu 30–40 cm, angin-anginkan 1–3 hari sampai potongannya kering, tancapkan tegak dan siram hemat — stek yang basah terus membusuk, jadi tanam di kemarau. Berakar pelan; tunas baru muncul setelah beberapa minggu. Petikan pertama 3–4 bulan, panen rutin baru setelah tanaman mapan 6–12 bulan, dan jangan ambil lebih dari separuh daunnya. Getah putihnya bisa gatal di kulit — pakai sarung tangan saat memangkas. Daunnya wajib dimasak: rebus 15–20 menit dengan panci terbuka, buang air rebusannya, jangan pernah dimakan mentah.
Fakta seru
- Bukan pepaya dan bukan dari Jepang: chaya sayur suku Maya dari Meksiko, kerabat singkong — dinamai begitu karena daunnya mirip pepaya.
- Jenis budidayanya hampir tidak pernah berbiji: seluruh chaya di dunia diperbanyak dari stek, diwariskan dari tangan ke tangan.
- Tercatat masuk Indonesia tahun 1998 lewat satu paket stek ke Jawa Barat, lalu menyebar ke ratusan desa dari tangan ke tangan.
Di kebun & di dapur
- kutu putih, ulat
- tumis bawang putih · sayur lodeh & gulai · sayur bening pengganti bayam