
Ruku-ruku
Ocimum tenuiflorum · sin. Ocimum sanctum
Nama lain: kemangi hutan, kemangi utan, lampes, klampes, balakama, tulsi
Aroma gulai ikan Minang yang tidak dijual di pasar Jakarta — cukup satu pot, dan kamu tidak perlu lagi menggantinya dengan kemangi biasa.
- 60–100 hari
- ◐ 3–5 jam
- 8 L
Syarat tumbuh
- ◐ 3–5 jam — Paling wangi di matahari penuh 6 jam; 4–5 jam masih rimbun, di bawah itu batangnya memanjang kurus.
- minimal 8 liter — polybag 30 cm, ember bekas 10 L, galon bekas dipotong; kedalaman media ± 20 cm
- tidak perlu
- ± 60 cm dalam pot
- tanah / pot
- sedang
- aman sepanjang tahun — Musim hujan: naikkan pot dan pastikan tidak tergenang — akarnya busuk dan daunnya berbercak di media becek. Kemarau: siram tiap hari, dia tidak tahan kering.
- tidak ada preferensi kuat — kapan saja
Panen
- 60–100 hari dari benih
- panen berulang — petik pucuk rutin setahun lebih, selama bunganya rajin dipetik · cara: petik
- Benih sekecil kemangi dan butuh cahaya — tabur di permukaan media lembap, tumbuh 5–12 hari, pindah saat 4–5 daun (±6 minggu). Petikan ringan mulai 8–10 minggu, panen penuh sekitar 3 bulan — lebih lambat dari kemangi. Jalan pintas pekarangan Minang: stek 10–15 cm berakar 4–6 minggu, petik 6–8 minggu kemudian. Petik pucuk beserta dua pasang daun teratas; pangkas 10–15 cm di atas media menjelang berbunga supaya tumbuh lagi. Daunnya cepat layu, petik tepat sebelum dimasak.
Fakta seru
- Tiga basil di katalog ini beda spesies: kemangi, selasih, ruku-ruku — daunnya paling sempit, batangnya berbulu, aromanya ke arah cengkih.
- Di India dia tulsi, tanaman suci tradisi Hindu yang ditanam di halaman rumah dan kuil selama 3.000 tahun — di Minang dia bumbu gulai ikan.
- Satu kata, dua basil: 'kemangi' untuk gulai di Sumatra adalah ruku-ruku, sementara kemangi di Jawa adalah basil lemon yang berbeda spesies.
Di kebun & di dapur
- ulat grayak, kutu daun, belalang, ulat penggulung daun
- gulai ikan & gulai kepala ikan · asam padeh & pangek ikan · dadar telur ruku-ruku