
Sawi pagoda
Brassica rapa subsp. narinosa · sin. Brassica narinosa
Nama lain: tatsoi, ta ke chai, sawi sendok pagoda
Sayur berbentuk bunga pipih yang paling fotogenik di antara sawi — dan dimasak persis seperti pakcoy.
- 45–55 hari
- ◐ 3–5 jam
- 5 L
Syarat tumbuh
- ◐ 3–5 jam — Matahari pagi 4–5 jam sudah cukup; terik siang justru mempercepat berbunga.
- minimal 5 liter — polybag 25 cm, pot 20 cm, galon bekas sistem wick; kedalaman media ± 15 cm
- tidak perlu
- ± 15 cm dalam pot
- tanah / pot · hidroponik
- sedang
- aman sepanjang tahun — Lebih nyaman di bulan-bulan hujan yang sedikit lebih sejuk; di kemarau beri naungan siang.
- tidak ada preferensi kuat — kapan saja
Panen
- 45–55 hari dari benih (termasuk semai 20–23 hari)
- sekali panen · cara: potong
- Hidroponik bisa 30–35 hari setelah pindah bibit. Potong di pangkal saat rosetnya rapat; di panas Jakarta dia tumbuh lebih lambat dan lebih kecil daripada di dataran tinggi — panen jangan ditunda.
Fakta seru
- Rosetnya melebar pipih rapat ke media seperti atap pagoda bertingkat — itu asal namanya.
- Satu spesies dengan pakcoy (Brassica rapa); di dapur keduanya bisa saling menggantikan.
- Tahan sedikit dingin di negeri asalnya, tapi di Jakarta dia justru minta naungan siang supaya tidak buru-buru berbunga.
Di kebun & di dapur
- ulat daun, kutu daun
- tumis bawang putih · cah jamur · sup bening